Rahasia Kecepatan Google Dalam Mencari Sesuatu Di Internet


Siapa sich yang gak tau Google? Google sampai saat ini masih dianggap sebagai Search Engine nomer satu, dan juga terfavorit dibanding kebanyakan search engine yang lain. Selain memiliki tampilan situs yang sangat sederhana, Google juga menyediakan hasil pencarian yang akurat. Sistem pengindeksan-nya yang otomatis membuat Google nyaris tanpa kompromi dan adil, artinya tanpa campur tangan manusia, semua situs dan blog entah besar dan kecil, pemain baru atau lama mendapatkan kesempatan yang nyaris sama.

INTEGRITAS SEARCH ENGINE

Salah satu alasan kenapa search engine yang ada sebelum Google menurun popularitas dan kegunaannya adalah munculnya paid-listing. Di mana search engine yang 'lapar' akan bayaran/penghasilan menjual posisi dalam hasil pencarian kepada para pemasang iklan. Pelemahan terhadap obyektivitas tersebut meracuni hasil pencarian dan meremehkan prinsip popularitas yang dimiliki situs web. Perbedaan antara search engine, yang seharusnya menampilkan hasil yang anda cari, dengan saluran browser, yang membawa anda ke bisnis affiliasi, mengabur. Walaupun banyak search engine yang menolak menjual posisi dalam hasil pencarian mereka, keraguan dan ketidakpercayaan telanjur menyebar di hati para pengguna.

Integritas Google terlihat dari halaman situs mereka yang bersih dari segala macam tetek bengek, dan semata-mata menonjolkan satu hal yaitu kata "Search". Memang Google menerima iklan, tetapi iklan yang mereka terima dipisahkan dari hasil pencarian. Mungkin tidak semua orang setuju dengan cara Google merangking hasil pencarian, tetapi tidak ada seorang pun yang mengira bahwa rangking teratas di hasil pencarian Google bisa dibeli.

Nah, tetapi bagaimana sebenarnya cara kerja Google dan search engine secara umum ? Artikel ini bermaksud menjawab hal tersebut secara sederhana.

CARA KERJA DASAR SEARCH ENGINE

Semua search engine (mesin pencari) bekerja dengan cara dasar yang sama : mereka "merayapi" (crawl) halaman web dengan software robot otomatis disebut spider (laba-laba) atau crawler (perayap) yang menghasilkan/menciptakan indeks (daftar) isi web yang bisa dicari/ditemukan oleh para pengguna. Setiap search engine mengijinkan para penggunanya untuk mencari di dalam daftar (indeks) yang mesin pencari itu miliki, untuk sebuah keyword (kata kunci) atau sekumpulan keyword (kata kunci). Hasil pencarian ditampilkan dalam berbagai bentuk daftar, tetapi kebanyakan menampilkan sedikit informasi mengenai setiap web yang masuk dalam daftar dan link yang mengarah ke web tersebut.

Cara setiap search engine membuat daftar sangat unik, berkat pemrograman mesin spider yang berbeda satu sama lain. Unsur utama dalam pemrograman spider adalah pada algoritma mesin pencari tersebut, yang menentukan rangking dari setiap halaman web yang didaftar. Sistem rangking tersebut menentukan cara hasil pencarian ditampilkan.



CARA KERJA GOOGLE

Aset teknologi utama Google adalah pada sistem algoritma yang mereka miliki, formula sistem rangking rumit yang memberikan pada para pemakai, hasil pencarian yang bagus dan seringkali terkesan seolah Google mampu membaca pikiran dari setiap orang yang mencari lewat mesin pencari raksasa ini.

Hasil dari sistem algoritma dirangkum dalam sebuah statistik rangking tunggal yang disebut PageRank, Google sangat merahasiakan formula PageRank ini, tetapi perusahaan tersebut mempromosikan pentingnya PageRank, dan menawarkan pada para Webmaster petunjuk-petunjuk umum untuk meningkatkan PageRank. Google menunjukkan sistem penilaian rata-rata dari setiap situs (dalam skala 0-10) dalam toolbar Google. Walaupun formula tepat dirahasiakan, tetapi ramuan dasar PageRank ini dikenal publik.

KAPAN GOOGLE MENGINDEKS/MERAYAP?

Google merayapi situs di Internet dengan kedalaman berbeda dan dengan pengaturan jadwal lebih dari sekali. Yang disebut deep crawl (merayap dalam) dilakukan paling tidak sekali dalam satu bulan. Berkaitan dengan rumitnya proses pembuatan daftar dan kebutuhan akan pembuatan daftar isi web secara ekstensif, diperlukan waktu lebih dari satu minggu untuk melakukan perayapan. Karena itu diperlukan waktu enam minggu untuk sebuah web atau blog baru supaya masuk dalam daftar Google.

Google bergantung sepenuhnya pada deep crawl ini, tetapi hasil dari deep crawl bisa cepat kadaluarsa terkait dengan cepatnya perubahan di dunia Internet. Karenanya Google meluncurkan fresh crawl yang secara singkat mengunjungi situs-situs di Internet lebih sering daripada deep crawl. Memang hasil fresh crawl ini tidak akan mengubah keseluruhan indeks yang dimiliki Google, tapi akan mengupdate isi dari sebagian web/blog. Google tidak mengumumkan jadwal fresh crawl ini dan situs/ blog apa yang dijadikan target, tetapi para Webmaster bisa mengetahui jadwal tersebut lewat penyelidikan yang seksama.

Google tidak punya kewajiban untuk mengunjungi URL khusus apapun, dengan fresh crawl mereka. Situs-situs dan blog bisa meningkatkan kesempatan untuk lebih sering dikunjungi Google dengan mengupdate konten mereka secara teratur. Ingat sisi kedangkalan dari fresh crawl, Google mungkin mengunjungi halaman depan dari situs atau blog anda, tetapi mungkin tidak mengujungi halaman lain.

Deep Crawl bersifat lebih otomatis dan tanpa pertimbangan serta lebih teliti daripada Fresh Crawl. Kesempatan baik datang bila saat jadwal deep crawl, link-link dari halaman baru sudah tercantum di halaman utama, sehingga deep crawl akan mengindeks halaman baru itu juga. Tidak semua halaman dari sebuah situs akan dimasukkan dalam indeks oleh Google, proses pertimbangannya adalah rahasia perusahaan tersebut. Karenanya, bila anda merasa ada sebuah halaman atau artikel penting yang anda miliki tidak terindeks di Google, yang bisa anda lakukan adalah memaksimalkan promosi.

Satu hal yang Google banggakan dari kecanggihan sistem mereka adalah bahwa proses pembuatan indeks berlangsung secara otomatis. Sehingga tidak ada campur tangan dari manusia sama sekali, termasuk para teknisi Google (tentu mereka mengendalikan si robot Spider, tapi mereka tidak campur tangan pada hasilnya). Jadi akan sia-sia bila anda berpikir mereka akan merespon keluhan anda mengenai hasil pengindeksan terhadap blog atau situs anda.

DAFTAR ISTILAH Tulisan :

Crawl : Proses di mana software robot yang dimiliki search engine menjelajahi semua situs dan blog yang ada di Internet. Dalam bahasa Indonesia disebut juga merayap.

Spider : Nama software robot yang dimiliki oleh search engine yang digunakan untuk mengindeks. Software robot lain mungkin disebut Crawler.

Indeks : Daftar yang dimiliki masing-masing search engine mengenai isi setiap situs dan blog di dunia Internet. Daftar ini mungkin terdiri dari jutaan kategori dan kata. Setiap kita melakukan pencarian lewat search engine, search engine yang bersangkutan akan mengakses indeks mereka, untuk mencari situs/blog yang memuat informasi yang anda inginkan. 

Nah tulah dia Cara Kerja Robot GOOGLE di Internet. Semoga bermanfaat buat anda yang membacanya.
READ MORE - Rahasia Kecepatan Google Dalam Mencari Sesuatu Di Internet

Penjelasan Kode Yang Tersimpan Dalam Pelat Nomor Kendaraan



Mungkin anda sedang mencari Daftar Kode Plat Nomor di Indonesia? Nah pada kesempatan kali ini beritamandiri akan share semua tentang kode plat nomor di Indonesia secara lengkap. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), atau sering kali disebut plat nomor atau nomor polisi, adalah plat aluminium tanda kendaraan bermotor di Indonesia yang telah didaftarkan pada Kantor Bersama Samsat.

Sejarah Plat Nomor di Indonesia
Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan.

Spesifikasi teknis Plat Nomor di Indonesia
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris.
* Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf)
* Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku

Bahan baku TNKB adalah aluminium dengan ketebalan 1 mm. Ukuran TNKB untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250x105 mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih adalah 395x135 mm. Terdapat cetakan garis lurus pembatas lebar 5 mm diantara ruang nomor polisi dengan ruang angka masa berlaku.
Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah terdapat tanda khusus (security mark) cetakanlambang Polisi Lalu Lintas; sedangkan pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus cetakan "DITLANTAS POLRI" (Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan TNI.

Warna
Warna tanda nomor kendaraan bermotor ditetapkan sebagai berikut:
* Kendaraan bermotor bukan umum dan kendaraan bermotor sewa: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih
* Kendaraan bermotor umum: warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam
* Kendaraan bermotor milik pemerintah: warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih
* Kendaraan bermotor korps diplomatik negara asing: warna dasar putih dengan tulisan berwarna hitam
* Kendaraan bermotor staf operasional korps diplomatik negara asing: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih dan terdiri dari lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian
* Kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke dealer, atau dealer ke dealer): warna dasar putih dengan tulisan berwarna merah.

Nomor polisi
Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor. Nomor urut tersebut terdiri dari 1-4 angka, dan ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran dialokasikan sesuai kelompok jenis kendaraan bermotor(untuk wilayah DKI Jakarta):
* 1 - 2999, 8000 - 8999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang.
* 3000 - 6999, dialokasikan untuk sepeda motor.
* 7000 - 7999, dialokasikan untuk bus.
* 9000 - 9999, dialokasikan untuk kendaraan beban.

Apabila nomor urut pendaftaran yang telah dialokasikan habis digunakan, maka nomor urut pendaftaran berikutnya kembali ke nomor awal yang telah dialokasikan dengan diberi tanda pengenal huruf seri A - Z di belakang angka pendaftaran. Apabila huruf di belakang angka sebagai tanda pengenal kelipatan telah sampai pada huruf Z, maka penomoran dapat menggunakan 2 huruf seri di belakang angka pendaftaran.

Khusus untuk DKI Jakarta, dapat menggunakan hingga 3 huruf seri di belakang angka pendaftaran, sesuai kategori atau dengan permintaan khusus.

Format kategori 3 huruf seri umum yaitu: B XXXX XYZ

X = Umumnya mewakili tempat kendaraan tersebut terdaftar

Huruf yang mewakili kategori tempat terdaftarnya kendaraan:

U -> Jakarta Utara

B -> Jakarta Barat

P -> Jakarta Pusat

S -> Jakarta Selatan

T -> Jakarta Timur

E -> Depok

N -> Tangerang

C -> Tangerang

K -> Bekasi


Y = Umumnya jenis kedaraan berdasar golongan

Huruf yang mewakili kategori kendaraan:

A -> Sedan

F -> Minibus, Hatchback, City Car

J -> Jip dan SUV


Z = Huruf acak yang diberikan untuk pembeda

Contoh: B XXXX PAA -> Mobil tersebut terdaftar di Jakarta Pusat (P), berjenis sedan (A), dan memiliki huruf pembeda (A).

Kode nomor polisi
Kewilayahan

Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006.
Sumatera

* BL = Nanggroe Aceh Darussalam
* BB = Sumatera Utara bagian Barat (pesisir Barat)
* BK = Sumatera Utara bagian Timur (pesisir Timur)
* BA = Sumatera Barat
* BM = Riau
* BP = Kepulauan Riau
* BG = Sumatera Selatan
* BN = Kepulauan Bangka Belitung
* BE = Lampung
* BD = Bengkulu
* BH = Jambi

Jawa
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat

* A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang
* B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok
* D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat
* E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E - YA/YB/YC/YD)
* F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten/Kota Sukabumi
* T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang
* Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya (Z - H), Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis (Z - T/W), Kota Banjar [1]

Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

* G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang (G - C), Kabupaten Pemalang (G - D)
* H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal (H - D), Kabupaten Demak
* K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A), Kabupaten Kudus (K - B), Kabupaten Jepara (K - C), Kabupaten Rembang (K - D), Kabupaten Blora (K - E), Kabupaten Grobogan (K - F), Kecamatan Cepu (K - N ; K - Y)
* R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (R - A/H/S), Kabupaten Cilacap (R - B/K/T), Kabupaten Purbalingga (R - C), Kabupaten Banjarnegara
* AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten (AA - B) /Kota Magelang (AA - A), Kabupaten Purworejo (AA - C/L/V), Kabupaten Kebumen (AA - D/M), Kabupaten Temanggung (AA - E), Kabupaten Wonosobo (AA - F)
* AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta (A/H/F), Kabupaten Bantul (B/G), Kabupaten Gunung Kidul (D/W), Kabupaten Sleman (E/N/Y/Q/Z/U), Kabupaten Kulon Progo (C)
* AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD - B/K/T), Kabupaten Boyolali (AD - D/M), Kabupaten Sragen (AD - E/N/Y), Kabupaten Karanganyar (AD - F/P), Kabupaten Wonogiri (AD - G/R), Kabupaten Klaten (AD - J/C/L/V)
* contoh : AD1234CB AD1234CK AD1234CT merupakan TNKB dari Kabupaten Sukoharjo.

Jawa Timur

* L = Kota Surabaya
* M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan
* N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang(A-E), Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu
* P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi
* S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang[2]
* W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik[3]
* AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan
* AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten (D-J)/Kota Kediri(A-C), Kabupaten(K-L)/Kota Blitar(M-N), Kabupaten Tulungagung(P-T), Kabupaten Nganjuk(U-W), Kabupaten Trenggalek(Y-Z)

Catatan:

1. ^ Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan)
2. ^ Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W
3. ^ Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya)

Bali dan Nusa Tenggara

* DK = Bali
* DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)
* EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)
* DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)
* EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)
* ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)

Kalimantan

* KB = Kalimantan Barat
* DA = Kalimantan Selatan
* KH = Kalimantan Tengah
* KT = Kalimantan Timur

Sulawesi

* DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan)
* DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sitaro)
* DM = Gorontalo
* DN = Sulawesi Tengah
* DT = Sulawesi Tenggara
* DD = Sulawesi Selatan
* DC = Sulawesi Barat

Maluku dan Papua

* DE = Maluku
* DG = Maluku Utara
* DS = Papua dan Papua Barat

Tidak digunakan

* DF = Timor Timur (telah menjadi negara sendiri)

Presiden dan pejabat pemerintahan pusat

Mobil dinas pejabat negara memiliki plat nomor khusus. Jika pada saat pejabat tersebut bertugas ke wilayah di luar ibukota RI atau kunjungan dinas ke luar negeri, maka plat nomor tersebut akan dipasangkan pada mobil yang dinaiki oleh pejabat bersangkutan.

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:

* RI 1: Presiden
* RI 2: Wakil Presiden
* RI 3: Istri/suami presiden
* RI 4: Istri/suami wakil presiden
* RI 5: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
* RI 6: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
* RI 7: Ketua Dewan Perwakilan Daerah
* RI 8: Ketua Mahkamah Agung
* RI 9: Ketua Mahkamah Konstitusi
* RI 10: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
* RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
* RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
* RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
* RI 14: Menteri Sekretaris Negara
* RI 15: Sekretaris Kabinet
* RI 16: Menteri Dalam Negeri
* RI 17: Menteri Luar Negeri
* RI 18: Menteri Pertahanan
* RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
* RI 20: Menteri Keuangan
* RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
* RI 22: Menteri Perindustrian
* RI 23: Menteri Perdagangan
* RI 24: Menteri Pertanian
* RI 25: Menteri Kehutanan
* RI 26: Menteri Perhubungan
* RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan
* RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
* RI 29: Menteri Pekerjaan Umum
* RI 30: Menteri Kesehatan
* RI 31: Menteri Pendidikan Nasional
* RI 32: Menteri Sosial
* RI 33: Menteri Agama
* RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
* RI 35: Menteri Komunikasi dan Informatika
* RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi
* RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
* RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup
* RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
* RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
* RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
* RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
* RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
* RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat
* RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
* RI 46: Jaksa Agung
* RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia
* RI 48: Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
* RI 49: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
* RI 52: Wakil Ketua DPR
* RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

Catatan: Nomor kendaraan Pejabat Negara / Menteri sering berganti, hal ini disesuaikan dengan jumlah anggota Kabinet. Misalnya pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014) Jabatan Sekretaris Kabinet bukan setingkat menteri, sehingga Nomor Kendaraan untuk beberapa menteri berubah. Sebagai contoh saat ini Kepala BIN menggunakan RI 48.
[sunting] Korps diplomatik dan konsuler

Mobil milik korps diplomatik (Kedutaan besar maupun organisasi internasional) memiliki kode khusus, yakni CD (singkatan dari Corps Diplomatique) atau CC (singkatan dari Corps Consulaire), diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri. Kendaraan dengan nomor polisi ini secara sah sudah berada di luar teritori (extrateritorial) hukum dan regulasi Republik Indonesia.

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk korps diplomatik di Indonesia:

* CD 12: Amerika Serikat
* CD 13: India
* CD 14: Britania Raya
* CD 15: Vatikan
* CD 16: Norwegia
* CD 17: Pakistan
* CD 18: Myanmar
* CD 19: Republik Rakyat Cina
* CD 20: Swedia
* CD 21: Arab Saudi
* CD 22: Thailand
* CD 23: Mesir
* CD 24: Perancis
* CD 25: Filipina
* CD 26: Australia
* CD 27: Irak
* CD 28: Belgia
* CD 29: Uni Emirat Arab
* CD 30: Italia
* CD 31: Swiss
* CD 32: Jerman
* CD 33: Sri Lanka
* CD 34: Denmark
* CD 35: Kanada
* CD 36: Brasil
* CD 37: Rusia
* CD 38: Afganistan
* CD 39: Yugoslavia (Serbia ?)
* CD 40: Republik Ceko
* CD 41: Finlandia
* CD 42: Meksiko
* CD 43: Hongaria
* CD 44: Polandia
* CD 45: Iran
* CD 47: Malaysia
* CD 48: Turki
* CD 49: Jepang
* CD 50: Bulgaria
* CD 51: Kamboja
* CD 52: Argentina
* CD 53: Romania
* CD 54: Yunani
* CD 55: Yordania
* CD 56: Austria
* CD 57: Suriah
* CD 58: Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP)
* CD 59: Selandia Baru
* CD 60: Belanda
* CD 61: Yaman
* CD 62: Kesatuan Pos Sedunia (UPU)
* CD 63: Portugal
* CD 64: Aljazair
* CD 65: Korea Utara
* CD 66: Vietnam
* CD 67: Singapura
* CD 68: Spanyol
* CD 69: Bangladesh
* CD 70: Panama
* CD 71: Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF)
* CD 72: Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO)
* CD 73: Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)
* CD 74: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
* CD 75: Korea Selatan
* CD 76: Bank Pembangunan Asia (ADB)
* CD 77: Bank Dunia
* CD 78: Dana Moneter Internasional (IMF)
* CD 79: Organisasi Buruh Internasional (ILO)
* CD 80: Papua Nugini
* CD 81: Nigeria
* CD 82: Chili
* CD 83: Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR)
* CD 84: Program Pangan Dunia (WFP)
* CD 85: Venezuela
* CD 86: ESCAP
* CD 87: Kolombia
* CD 88: Brunei
* CD 89: UNIC
* CD 90: IFC
* CD 91: United Nations Transitional Administration in East Timor
* CD 97: Palang Merah
* CD 98: Maroko
* CD 99: Uni Eropa
* CD 100: Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN (Sekretariat)
* CD 101: Tunisia
* CD 102: Kuwait
* CD 103: Laos
* CD 104: Palestina
* CD 105: Kuba
* CD 106: Organisasi Antar-Parlemen ASEAN (AIPO)
* CD 107: Libya
* CD 108: Peru
* CD 109: Slowakia
* CD 110: Sudan
* CD 111: Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Yayasan)
* CD 112: (Utusan)
* CD 113: Center for International Forestry Research (CIFOR)
* CD 114: Bosnia-Herzegovina
* CD 115: Lebanon
* CD 116: Afrika Selatan
* CD 117: Kroasia
* CD 118: Ukraina
* CD 119: Mali
* CD 120: Uzbekistan
* CD 121: Qatar
* CD 122: United Nations Population Fund (UNFPA)
* CD 123: Mozambik
* CD 124: Kepulauan Marshall

Mobil operasional staf korps diplomatik memiliki nomor polisi serupa dengan kendaraan pribadi (dasar hitam dengan tulisan putih) namun dengan format khusus yakni memiliki lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian.

Contoh: "B 12345 15" berarti mobil ini adalah kendaraan operasional staff korps diplomatik Vatikan. 

Semoga semua tentang Daftar Kode Plat Nomor di Indonesia bisa bermanfaat buat anda ketahui.... 

READ MORE - Penjelasan Kode Yang Tersimpan Dalam Pelat Nomor Kendaraan